Laptop · Cari penyebab
Laptop cepat panas dan kipas berisik
Laptop panas di bagian keyboard, kipas meraung, lalu tiba-tiba lemot atau mati sendiri. Ini urutan penyebab yang paling sering kami temukan di meja service, dari yang bisa kamu cek sendiri sampai yang perlu dibongkar.
Laptop panas itu normal saat kerja berat. Yang tidak normal adalah panas saat tugas ringan, kipas yang terus meraung, atau laptop yang mendadak lemot karena menurunkan kecepatannya sendiri supaya tidak kepanasan (thermal throttling).
Di toko kami, hampir semua kasus “laptop panas” berakhir pada dua hal: debu yang menumpuk di sirip pendingin, dan pasta pendingin yang sudah kering. Dua-duanya murah diperbaiki dan hasilnya langsung terasa. Urutan di bawah ini mulai dari yang paling sering kami temukan.
Kemungkinan penyebab diurut dari yang paling sering kami temukan
1 Kipas dan sirip pendingin penuh debuPaling sering
Tandanya
Udara dari lubang buang terasa lemah atau hampir tidak ada, padahal kipas terdengar kencang. Panas menumpuk di sekitar keyboard sebelah kiri atau tengah.
Cara mengecek sendiri
Nyalakan laptop sampai kipas berputar, lalu rasakan lubang pembuangan di samping atau belakang. Kalau anginnya lemah dan agak bau debu, hampir pasti saluran pendinginnya tersumbat. Dari luar debunya tidak terlihat; dia menumpuk di balik sirip pendingin seperti selapis kapas.
Solusinya (dikerjakan teknisi)
Dibersihkan menyeluruh: kipas dilepas, lapisan debu di sirip pendingin diangkat, kipas disikat. Laptop berumur 2 tahun ke atas yang belum pernah dibersihkan biasanya langsung turun 10–20 °C setelah ini.
2 Pasta pendingin (thermal paste) sudah keringSering
Tandanya
Sudah dibersihkan tapi masih panas, atau laptop berumur 3 tahun lebih dan belum pernah ganti pasta. Suhu melonjak cepat begitu membuka aplikasi berat.
Cara mengecek sendiri
Tidak bisa dicek tanpa membongkar. Patokannya umur: pasta bawaan pabrik umumnya mulai mengeras setelah 2–3 tahun.
Solusinya (dikerjakan teknisi)
Repaste: pasta lama dibersihkan dari prosesor dan heatsink, diganti pasta baru. Biasanya dikerjakan bersamaan dengan cleaning supaya tidak bongkar dua kali.
3 Lubang udara tertutupSering
Tandanya
Panas terutama saat dipakai di kasur, sofa, atau dipangku dengan selimut.
Cara mengecek sendiri
Lihat bagian bawah laptop: ada kisi-kisi hisap udara. Kalau tertutup kain, kipas menghisap udara panas sendiri.
Solusinya
Pakai di meja atau alas keras. Kalau sering di kasur, cooling pad murah pun sudah membantu.
4 Program berat berjalan di belakang layarKadang
Tandanya
Panas padahal cuma browsing, kipas naik-turun tidak jelas, baterai cepat habis.
Cara mengecek sendiri
Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager. Lihat kolom CPU: kalau ada program yang terus memakai 30% ke atas padahal tidak kamu buka, itu biangnya. Sering kali update Windows, antivirus yang sedang memindai, atau tab browser yang banyak.
Solusinya
Tunggu update selesai, tutup tab yang tidak perlu, atau copot program yang tidak dikenal. Kalau ada program aneh yang muncul lagi setelah dihapus, bawa ke kami untuk dicek dari malware.
5 Kipas sudah lemah atau rusakJarang
Tandanya
Kipas berbunyi kasar, bergetar, atau justru tidak terdengar sama sekali padahal laptop sangat panas.
Cara mengecek sendiri
Dengarkan di dekat lubang buang. Bunyi 'grek-grek' berarti bearing kipas aus. Sunyi total saat panas berarti kipas mati.
Solusinya (dikerjakan teknisi)
Ganti kipas. Part kipas untuk merek umum (Asus, Acer, Lenovo, HP) biasanya tersedia di Bandung dalam sehari.
Kapan sebaiknya langsung ke teknisi
- Laptop mati sendiri saat dipakai, apalagi berulang. Itu pengaman suhu bekerja, dan kalau dibiarkan bisa merusak prosesor atau chip grafis.
- Sudah dibersihkan sendiri tapi masih panas: kemungkinan pasta sudah kering atau heatsink tidak menempel rapat.
- Kipas berbunyi kasar atau tidak berputar.
- Kamu tidak yakin membuka casing. Beberapa laptop tipis punya baut tersembunyi dan kabel pita yang mudah putus.
iSam Gadget